Alasan Banyaknya Ibu Memilih Popok Bayi Dari Kain

Imam M
Yang namanya orang tua pasti selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Makanan yang sehat, pendidikan yang baik, hingga pakaian yang bagus adalah segelintir hal yang harus diberikan orang tua pada anaknya. Kebaikan ini juga diawali dari si kecil masih dalam kandungan hingga ia lahir. Tentunya saat bayi baru lahir, seluruh cinta akan tercurahkan. Setiap kebutuhannya akan dipilih yang terbaik, termasuk saat memilih popok bayi yang bagus dan aman.

popok bayi kain

Popok yang selama ini kita kenal adalah popok sekali pakai, yang apabila sudah dipakai makan akan dibuang. Popok sekali pakai ini terdiri dari berbagai macam ukuran, merek, hingga harga. Namun, beberapa waktu terakhir ini muncul tren penggunaan popok kain, yaitu popok yang bisa dicuci dan dipakai kembali. Kehadiran popok kain ini berhasil menarik minat ibu untuk menggunakannya karena berbagai macam alasan, seperti:

  1. Dari segi harga, popok kain bisa lebih menghemat pengeluaran pembelian popok sekali pakai. Jika dalam satu hari bayi menghabiskan 5 popok. Maka dalam sebulan akan ada 150 popok yang terpakai. Jika harga satu popoknya 2000 rupiah, maka 300.000 dalam sebulan harus disediakan. Berbeda dengan popok kain. Jika satu buah popok kain berharga 50.000 rupiah dan anda memiliki 12 popok kain. Maka biaya yang anda keluarkan adalah 600.00 rupiah untuk berbulan – bulan lamanya, bukan perbulan.
  2. Dari segi keamanan untuk bayi, banyak kasus popok sekali pakai yang tidak cocok dengan kulit bayi karena mendatangkan iritasi hingga ruam kulit. Sementara popok kain memiliki resiko yang lebih sedikit menyebabkan ruam atau iritasi kulit.
  3. Desain popok kain lebih beragam dan stylish sehingga banyak ibu yang tertarik menggunakan popok kain tersebut.

Meski demikian, tak ada salahnya jika ingin menggunakan promo popok bayi yang bagus sekali pakai. Namun, harus diperhatikan untuk selalu mengganti popok setiap 3 jam sekali agar kulit bayi tetap terjaga kesehatannya dan tidak mudah terkena iritasi atau ruam akibat penggunaan popok. 

Creative PlayBook Karya Tahta Muhammad

Imam M
Kreatifitas, apa yang terpikir dibenak kamu ketika mendengar kata yang satu ini ? Sebuah hal unik, hal baru, hal yang datang tanpa terduga, tiba-tiba, kira-kira seperti itu pikiran sebagian dari kita ketika mendengar kata Kreatifitas.

Menurut para ahli, kreatif adalah sebuah hal baru atau gagasan yang berasal dari sesuatu yang baru atau pun dari kombinasi hal-hal yang sudah ada sebelumnnya.

Dulu sebelum saya membaca buku Creative PlayBook karangan Tahta Muhammad, saya masih berpikir jika yang namanya kreatifitas itu datang dengan cara tidak sengaja, atau kreatifitas hanya diwariskan untuk orang-orang tertentu yang memiliki kemampuan berpikir yang didominasi oleh otak kanan, tapi ternyata hal itu tidak benar.

Melalui buku Creative PlayBook saya malah di ajarkan jika sebuah kreativitas bisa didatangkan dengan sebuah pola, artinya jika sesuatu sudah memiliki pola maka hal tersebut bisa didatangkan secara diulang-ulang, dengan kata lain, kreatifitas bisa di ulang melalui pola yang tepat, jadi setiap orang bisa menjadi kreatif, menarik bukan ?.

Dalam buku Creative PlayBook, pola yang di ajarkan melalui 4 tahap secara berurutan, 1. investigasi masalah, 2. mencari ide, 3. ealisasi ide dan 4. menyeleksi ide. Pada tahap investigasi masalah akan dibagi menjadi 3 cara, mencari ide 7 cara, realisasi ide 4 cara, dan menyeleksi ide 3 cara.


Jadi 2 tahap pertama buku ini menggunakan otak bagian kanan dan 2 tahap terakhir menggunakan otak kiri. Sebagai contoh, jika kamu seorang penulis pasti mengerti jika awal menulis biasanya dimulai dengan otak kanan, yaitu tuangkan semua ide terlebih dahulu, kemudian baru dengan otak kiri yaitu editing.

Selain itu buku ini bukan sekedar buku, tapi sebuah playbook, apa bedanya ?  buku biasanya dibaca dan dimengerti, sedangkan playbook selain dibaca dan dimengerti juga dimainkan, jadi setelah dibaca keseluruhan kamu bisa mempergunakan buku ini seperti kitab petunjuk pencari ide dan problem solving artinya bisa dibuka dari halaman manapun tergantung masalah yang kamu hadapi.

Isi bukunya juga tidak melulu tulisan, namun juga divariasi dengan tanda-tanda panah, huruf tebal, huruf yang lebih besar, gambar, dll, karena memang seperti inilah harusnya buku yang mengajarkan kreatifitas menurut saya.

Terakhir, buku ini sangat cocok bagi kalian yang bekerja dibidang apapun dan tingkatan pendidikan apa saja, entah itu pebisnis, seniman hingga pelajar, terutama bagi kalian yang bekerja di bidang kreatif.
Powered by Blogger.