Pentingnya Mendukung Startup Lokal

Imam M


Sekarang ini startup lokal di Indonesia terus menerus bermunculan, pada tahun 2016 saja yang sudah terdaftar ada sekitar dua ribuan startup dari berbagai jenis. Bahkan kabarnya Indonesia memiliki jumlah pertumbuhan startup terbanyak se-Asia Tenggara.

Sebenarnya startup itu apa ?
Menurut Wikipedia Startup adalahPerusahaan rintisan, umumnya disebut startup (atau ejaan lain yaitu start-up), merujuk pada semua perusahaan yang belum lama beroperasi. Perusahaan-perusahaan ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat. Istilah "startup" menjadi populer secara internasional pada masa gelembung dot-com, di mana dalam periode tersebut banyak perusahaan dot-com didirikan secara bersamaan.
Para pelaku startup biasanya terdiri dari kalangan anak muda yang memiliki semangat bisnis, walaupun ada yang mengatakan beberapa pelaku start up ada juga yang sekedar ikut-ikutan, mungkin inilah salah satu penyebab banyak matinya startup saat ditengah jalan.

Selain sekedar ikut-ikutan persaingan bisnis model startup di Indonesia rupanya juga lumayan ketat, terlihat dari tumbuh suburnya berbagai macam startup lalu ditambah lagi startup asing yang ikut melirik ke Indonesia.

Salah satu contohnya adalah Grab, saya sendiri sempat mengira grab merupakan produk dari anak negri dikarenakan boomingnya layanan transportasi online ini, namun rupanya dugaan saya tersebut salah setelah membaca salah satu artikel di CNN, ternyata grab merupakan milik seorang pria berkebangsaan malaysia.

Kehadiran grab sebagai transportasi berbasis teknologi aplikasi online rupanya sempat di protes pekerja dari taksi konvensional karena di anggap merugikan pendapatan mereka, walaupun tidak dapat juga di pungkiri ketidakmampuan mengikuti era teknologi juga menjadi penyebabnya.

Sebenarnya startup dengan jenis transportasi online di Indonesia juga mulai tumbuh dengan gencar, di daerah saya contohnya, sudah ada beberapa transportasi online yang agak mirip dengan go jek, seperti Amang Ojek dan Kulir.

startup lokal, startup asing, amang ojek
source : amangojek.co.id

Selain itu, masuknya startup yang berasal dari luar dengan di dukung oleh MEA (Masyarakat Ekonomi Asia) saya kira agak membahayakan, mengingat startup lokal merintis usahanya dengan modal minim, berbeda dengan startup luar yang biasanya sudah punya modal cukup hingga 3-5 tahun kedepan untuk mendapatkan nama di masyarakat, terutama di bidang startup berbasis transportasi online yang saya lihat cukup gencar persaingannya.

Karena itu hadirnya startup dari luar indonesia bisa saja mengikis perekonomian Bangsa dan juga berdampak pada semakin jatuhnya startup lokal.

Sebenarnya kita secara tidak langsung sebagai konsumen juga bisa turut mendukung perkembangan indonesia di MEA dengan cara turut mendukung dan menggunakan startup buatan anak negri sendiri.

Selain dari pada itu, pemerintah sebaiknya juga turut mendukung startup lokal dengan cara mensupport pengembangan kemampuan IT dan Teknologi masyarakat Indonesia demi menunjang perkembangan startup lokal. Jika semua elemen turut mendukung perkembangan startup lokal maka saya pikir Indonesia bisa menjadi penguasa startup di Asean.

Yang Punya Blog

Imam M / Author & Editor

Pria asal Banjarmasin, sebuah kota berjuluk Seribu Sungai || Memiliki hobi Membaca, Mendengarkan Musik dan Nonton film kekinian || email : catatansimpel@gmail.com

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.